Monday, September 17, 2012

Serasa Milik Berdua

Cowok : YaNk.... qAmUh taO apPaH.....?
Cewek : ApPah...?
Cowok : AppAH.....?
Cewek : ApPaH.....???
Cowok : QamuH tAo kEnaPpaH jeMbaTan RunTuH?
Cewek : KenNnaPpaH.....?????
Cowok : KarEnaH aqUh leWaT saNnAh, daN QaMuH.......... terLaLuh bErAt dee p'KiRaNd aQuH :*
Cewek : OwwwWWhhH cO cWeeeeEEEt! :*

"INDONESIA" #runtuh



Feny Felia Sarda


Tradisi Musiman Kota Samarinda (2)


Tradisi Musiman Kota Samarinda (1)


Suatu Hari di Bedugul


Senja, Mahakam, dan Islamic Center


Saturday, September 01, 2012

Jika dengan Jancuk pun Tak Sanggup Aku Menjumpaimu

jika dengan jancuk pun tak sanggup aku menjumpaimu
dengan air mata mana lagi dapat kuketuk pintu hatimu

kau melengos dalam kajang lilin pertama
bulan berbunga di pucuk mahoni
ketika itu
dalam pasang sepiku
rindu bertikai tak pernah jerih
terhempas gelombang atas huma
kau tergelincir berpasang tawa
di sungai ciwulan
kampung naga
tasikmalaya
banyak orang pacaran
seabreg orang menikah
tapi segelintir yang sempat mengalami cinta

kini apa yang dapat teranyam dari anjing menggonggong
alas pandan wangi adalah anyam-anyaman duka citamu
sebelum langit menggulung tikar
sebelum desau mengulum kekasihmu yang menggelayut di ranting hujan

abad berlalu
desirnya nyiur menghadang buih
deburnya kungung di bui bunyi
tanpa jeruji
tanpa kasasi
hatimu beringas melembah ngarai
berlarian tak tentu kiblat
lebih bergegas ketimbang gema

o, andai sombong diperbolehkan
sudah tentu akan kusombongkan agama bapakku

dan jika dengan jancuk pun tak sanggup aku menjumpaimu
dengan air mata mana lagi dapat kuketuk pintu hatimu


Sujiwo Tejo, 2011

Sunday, April 22, 2012

Next Game, Nobody Want to Lose

Steffan Harrson, pelatih sepak bola Tim Mitra Kukar memang bule. Malam itu kira kira pukul 22 Wita. Kami berkumpul di sebuah ruangan dan Steffan Harrson terus bicara dengan casciscus Bahasa Inggrisnya. Konfrensi pers seperti biasa, tiap kali permainan di LSI berakhir. Ini sekian kalinya saya meliput sepak bola. Dan sekian kalinya juga tidak terlalu perhatian dengan si pelatih. Beberapa media dengan seksama mendengarkan. Hm... tidak terlalu seksama sepertinya. Beberapa terlihat mengantuk, beberapa mengetik BBM (mengetik pesan di BBM, bukan mengetik berita di BB), dan tak jarang pada konfrensi pers seperti ini ada saja awak media yang mendengarkan sambil bermain Angry Bird. Kali ini, saya mendengarkan sambil makan kacang. Kacang goreng kulit berbungkus plastik transparan, model jadul, yang saya dapat dari seorang Oom tak dikenal. Sewaktu meliput, Oom itu duduk di samping saya membelikan kacang dan Teh Kotak. Suasana konfrensi pers sepak bola yang skornya 1-0 pastilah garing. Lagipula saya tidak mengerti dia ngomong apa. Pun setelah penerjemahnya mengartikan dalam Bahasa. Saya tidak begitu mengerti sepak bola. Beberapa awak media cetak terlihat masing-masing sibuk dengan kameranya. Bisa diterka foto itu sebagian besar hanya untuk dokumentasi. Karena koran maupun situs online jauh lebih tertarik memuat foto action di lapangan. Teman - teman dari media televisi terlihat hanya manggut-manggut. Tak niat merekam karena kemungkinan besar juga tidak akan tayang. Salah seorang teman saya, wartawan media cetak, namanya Bayu. Saya memanggil mereka semua dengan sebutan 'Abang' di awal nama. Bukan karena saya paling muda, tapi karena takut kualat. Bang Bayu berdiri di samping saya, sibuk sendiri dengan kameranya. Bosan, ia diam sejenak. 
Saya: Bang, dari tadi dia ngomong apa sih?

Bang Bayu: Hehehehehehe..
Saya: Emang abang ngerti dia ngomong apa?
Bang Bayu: Kadak tahu! (baca: enggak tahu, Banjarnese)

Saya: Saya sih dari tadi dia ngomong panjang lebar saya cuma paham satu kalimat doang.
Bang Bayu: Apa?
Saya: "Nobody want to lose"

Bang Bayu: Oh, aku juga. Aku tahu satu kalimat.
Saya: Apa?
Bang Bayu: "Next game" :D
Saya: ..................... :|