Wednesday, March 28, 2012

Tentang Rindu (3)

Rindumu menderas hujan. Dan aku telah meminumnya. Tapi aku tetap kehausan. Maka dari bibirku, reguklah air rindu sepuasnya, bahkan mengering kerontang hingga kita tak perlu kenal lagi apa itu bosan.
“…hingga kita tak kenal lagi apa itu kehausan. Karena rindu mengairi bibir kita, dalam jarak sekalipun.”
Apakah desah pagi adalah iringan sepi yang mengarak rindumu? Seperti menjarah gudang tak berisi, rinduku hanya menampar kosong di rengkuh jemari pagi. Maka, dekatlah padaku. Tak perlu raga nyatamu. Seteguk napas dari bibirmu cukup untuk membunuh rinduku.
Segera araklah dupa hangatmu, dan taburkan di kelopak mataku yang menyisir sunyi rindu. Rindu tetaplah rindu. Meskipun tiada bagimu, aku akan menjemputnya untuk ada, dan untukmu.
Rindu itu luka, ternyata….. Inilah kemanjaan siang yang mengusir terik kepongahan. Seperti tak kenal malu, rindu itu terjun bebas ke pangkuanmu.
“Kangen tauuu…!”
Diam dibelit semesta maya. Terbang rendah diantara nalar dan jiwa yang tak kompromi. Mencintaimu tanpa aku bertanya lagi. Cintaku bersembunyi pada arakan risau. Meniti tak pasti di jembatan hatimu.
Tak terbilang satu cintaku yang memanah palung hatimu. Tak terbilang setiap rinduku yang meletupkan napas keindahan di tapal batas penantianku; menunggumu.
“Haruskah kita acuh dan mengingkari rasa saling itu?”
Apakah aku ada di sana dalam memori pengembaraanmu? Jika iya, akan kukatakan cinta detik ini juga, lugas tanpa praduga. Tidakkah kau tahu? Malam-malamku selalu bersimbah keluh kisah yang menguras janji. Karena aku percaya, mencintaimu adalah pilihan dari setiap hidup yang kuyakini. Meskipun barisan waktu menjepitku dalam penantian tak bertepi.
Di pusat badai rasaku, kamu adalah perjalanan ketabahan yang menguras kewarasan, juga ingkar logika. Satu detik yang berlalu adalah buncah getar yang gemetar; demi dan atas nama keakuan perasaan; utuh tulus untuk bersamamu.
“Lebih karena mencintaimu adalah karunia, aku menanggalkan seribu alasan mengapa memilihmu —saat ini atau nanti.”
Penantianku bertekuk pada lipatan sunyi yang mencekik. Kuisap gerah yang telantarkan galau. Masihkah tanda cintamu untukku? Semoga, nyata.
“Kapan kau tepati janjimu?”

By. Moammar Emka
(Catatan ini merupakan kumpulan potongan beberapa tulisan di blog Moammar Emka yang sengaja saya disusun acak)

Sunday, March 25, 2012

Tentang Rindu (2)

Kembalilah seperti dulu, saat kamu melupakan waktu, demi sapa rindu hingga pagi menjelang #M. Kerinduan seperti bermata pisau, menusuk kegelisahan dengan telak di titik yang paling rapuh. Sialan! Meledaklah sebagai keindahan. Biarkan berhamburan di halaman kealfaanku. Kamu, rindu.
Yang paling menyesakkan, di tengah keramaian, rindu bertahta sebagai rasa yang bergaduh; menarikan luka. Sampai kapan kita bertukar rasa bisu? Sapa yang teretas, serupa daun kering di muram senja.
Sampai pertanyaan “sampai kapan” itu tak ada, aku akan terjaga; menunggumu dengan setia. Rindu itu luka, ternyata. Teruslah menjauh teruslah lukai aku dengan rindu sampai kamu bosan.

By. Moammar Emka
(Catatan ini merupakan kumpulan dari beberapa tweet di @moammaremka akun twitter pribadi Moammar Emka yang sengaja saya susun acak)

Saturday, March 24, 2012

Tentang Rindu (1)

Aku akan tetap di sini; menantimu hingga hilang akal, bahwa melupakanmu adalah caraku merindukanmu. Namanya juga cinta pandangan pertama. Belum tentu bertahan lama. Perjalanan, jawabannya. Namanya juga menunggu, ketabahan yang jadi jawabannya.
Aku terjebak di simpang jalan. Takut melangkah; berlawanan arah dengan jalanmu. Tahu apa aku ini tentang cinta sejati. Aku hanya tahu; mencintaimu. Dan itu yakinku. Selesai. Aku tak punya banyak janji selain mencintaimu dengan segala keterbatasanku. Kalau kurang, tolong kamu yang melengkapi.
Kepadamu, #M, kualamatkan setiap cinta yang terungkap lengkap dan setiap rindu terkuak berkerak.

By. Moammar Emka
(Catatan ini merupakan kumpulan dari beberapa tweet di @moammaremka akun twitter pribadi Moammar Emka yang sengaja saya susun acak)

Monday, March 12, 2012

You Should Date a Girl Who Reads (By. Rosemarie Urquico)








You should date a girl who reads.

Date a girl who reads. Date a girl who spends her money on books instead of clothes, who has problems with closet space because she has too many books. Date a girl who has a list of books she wants to read, who has had a library card since she was twelve.

Find a girl who reads. You’ll know that she does because she will always have an unread book in her bag. She’s the one lovingly looking over the shelves in the bookstore, the one who quietly cries out when she has found the book she wants. You see that weird chick sniffing the pages of an old book in a secondhand book shop? That’s the reader. They can never resist smelling the pages, especially when they are yellow and worn.

She’s the girl reading while waiting in that coffee shop down the street. If you take a peek at her mug, the non-dairy creamer is floating on top because she’s kind of engrossed already. Lost in a world of the author’s making. Sit down. She might give you a glare, as most girls who read do not like to be interrupted. Ask her if she likes the book.

Buy her another cup of coffee.

Let her know what you really think of Murakami. See if she got through the first chapter of Fellowship. Understand that if she says she understood James Joyce’s Ulysses she’s just saying that to sound intelligent. Ask her if she loves Alice or she would like to be Alice.

It’s easy to date a girl who reads. Give her books for her birthday, for Christmas, for anniversaries. Give her the gift of words, in poetry and in song. Give her Neruda, Pound, Sexton, Cummings. Let her know that you understand that words are love. Understand that she knows the difference between books and reality but by god, she’s going to try to make her life a little like her favorite book. It will never be your fault if she does.

She has to give it a shot somehow.

Lie to her. If she understands syntax, she will understand your need to lie. Behind words are other things: motivation, value, nuance, dialogue. It will not be the end of the world.

Fail her. Because a girl who reads knows that failure always leads up to the climax. Because girls who read understand that all things must come to end, but that you can always write a sequel. That you can begin again and again and still be the hero. That life is meant to have a villain or two.

Why be frightened of everything that you are not? Girls who read understand that people, like characters, develop. Except in the Twilight series.

If you find a girl who reads, keep her close. When you find her up at 2 AM clutching a book to her chest and weeping, make her a cup of tea and hold her. You may lose her for a couple of hours but she will always come back to you. She’ll talk as if the characters in the book are real, because for a while, they always are.

You will propose on a hot air balloon. Or during a rock concert. Or very casually next time she’s sick. Over Skype.

You will smile so hard you will wonder why your heart hasn’t burst and bled out all over your chest yet. You will write the story of your lives, have kids with strange names and even stranger tastes. She will introduce your children to the Cat in the Hat and Aslan, maybe in the same day. You will walk the winters of your old age together and she will recite Keats under her breath while you shake the snow off your boots.

Date a girl who reads because you deserve it. You deserve a girl who can give you the most colorful life imaginable. If you can only give her monotony, and stale hours and half-baked proposals, then you’re better off alone. If you want the world and the worlds beyond it, date a girl who reads.

Or better yet, date a girl who writes.


;)

Monday, February 06, 2012

7 Tips dari Oprah Winfrey

Artikel ini merupakan rangkuman tips dari Oprah Winfrey yang sangat luar biasa. Saya yakin jika anda mengikutinya, anda pun akan memiliki kehidupan yang luar biasa, kehidupan yang anda inginkan.

“Jika anda ingin hidup anda lebih bermakna, anda harus mengubah pola pikir anda.”
“Bagi setiap orang yang mencapai kesuksesan, kesuksesan tersebut diraih karena ada seseorang yang menunjukkan jalannya.”

1. Pertahankan Fokus Anda di Tempat yang Tepat

“Bersyukurlah atas segala hal yang anda miliki; dan anda akan memiliki lebih banyak lagi. Jika anda berkonsentrasi pada ada yang tidak anda miliki, anda tidak akan pernah berkecukupan.”
Tips ini merupakan tips sederhana yang dapat memiliki pengaruh yang lebih besar dalam hidup anda; lebih besar dari yang anda bayangkan. Anda memiliki sebuah bagian yang disebut Sistem Aktivasi Retikular (SAR) dalam pikiran anda. SAR dapat membantu anda karena ketika anda memfokuskan pikiran anda pada sesuatu, sistem ini akan mulai mencari bukti-bukti dari pemikiran anda. Dan karena anda hanya bisa memfokuskan diri pada sebagian hal saja, apa yang menjadi fokus anda menjadi sangat penting. Bahkan jika anda merubah fokus anda, hal ini akan merubah dunia anda secara radikal.
Ketika anda memfokuskan diri pada apa yang anda miliki dan mensyukurinya atau memfokuskan diri pada hal-hal yang anda inginkan, hal-hal ini akan mulai menjadi kenyataan dalam hidup anda. Hal-hal tersebut sebenarnya sudah ada si sekitar anda selama ini. Namun anda hanya bisa melihatnya jika anda merubah fokus anda. Jika anda memfokuskan diri pada apa yang tidak anda miliki, SAR anda akan membantu anda menemukan bahwa anda memang tidak memiliki hal-hal tersebut.
Dengan bersyukur dan menghargai hal-hal yang anda temui setiap hari tidak akan mengubah mood anda yang cenderung negatif menjadi positif secara instan. Namun setidaknya anda bisa memiliki lebih banyak informasi mengenai apa yang anda inginkan atau solusi atas hal-hal yang anda coba selesaikan. Satu atau dua reminder; sebagai contoh catatan kecil di lemari es anda, dapat membantu anda untuk tetap fokus pada tempat yang tepat di kehidupan sehari-hari.

2. Definisikan Ulang Arti Kata Kegagalan

“Saya tidak percaya akan kegagalan. Bukanlah kegagalan jika anda menikmati prosesnya.”
“Lakukan satu hal yang menurut anda tidak bisa anda lakukan. Jika anda gagal, cobalah lakukan lagi. Lakukan lebih baik pada percobaan kedua. Orang yang tidak pernah terjatuh adalah orang yang tidak pernah mengambil risiko. Ini adalah saatnya. Ambil kesempatan ini dan lakukan!”
“Saya percaya salah satu risiko terbesar dalam kehidupan adalah tidak adanya keberanian untuk mengambil risiko.”
Salah satu penyebab yang menghambat orang-orang dalam meraih impian mereka adalah rasa takut gagal. Namun seperti yang sudah tertulis, kegagalan bisa menjadi pengalaman berharga yang akan membantu anda. Faktanya, tanpa kegagalan anda tidak akan pernah mempelajari hal-hal yang anda butuhkan untuk mencapai kesuksesan yang anda impikan. Jadi, daripada anda melihat kegagalan sebagai sesuatu yang menakutkan, definisikan ulang arti kata kegagalan dalam pikiran anda sebagai suatu proses pembelajaran. 2 tips lain yang bisa anda gunakan untuk menghadapi kegagalan adalah :
  • Ciptakan mental yang ‘berlebih’. Mental ‘kekurangan’ mengatakan bahwa anda selalu memiliki kekurangan. Mental ‘berlebih’ mengatakan bahwa anda selalu memiliki kelebihan. Selalu ada tujuan yang bisa anda raih, peluang bisnis untuk ditemukan, dan tanggal-tanggal penting untuk anda isi dengan kegiatan bermanfaat. Jika tujuan anda meleset, belajarlah dari pengalaman anda. Jangan biarkan kegagalan menjatuhkan semangat anda. Gunakan tips pertama dari artikel ini dan fokuslah kembali pada hal-hal yang ingin anda capai. Fokuslah pada ‘kelebihan’ yang ada. Tips ini tidak hanya membuat anda lebih berani dalam mengambil risiko, namun juga untuk mengurangi perasaan-perasaan negatif yang ada pada diri anda. Rasa takut gagal biasanya merupakan hasil pemikiran anda sendiri karena anda selalu merasa ‘kekurangan’.
  • Fokuslah pada prosesnya. Maksud dari tips ini adalah anda harus memfokuskan diri pada apa yang sedang anda kerjakan. Anda tidak memikirkan hasil yang mungkin anda peroleh jika anda tetap fokus pada apa yang sedang anda kerjakan. Anda memisahkan diri anda dari hasil yang bisa anda raih. Fokuskan pikiran anda pada pekerjaan anda. Anda tidak perlu berpikir bagaimana anda bisa gagal, mengecewakan diri anda sendiri atau mencapai kesuksesan. Anda tidak perlu memikirkan bagaimana anda mengecewakan, menghibur atau memikirkan pandangan orang lain terhadap diri anda. Fokuslah pada pekerjaan anda sehingga apa yang anda kerjakan bisa menjadi lebih menyenangkan meskipun anda akan mengalami hambatan dan kegagalan.

3. Anda Memberi Makan Rasa Takut Anda

“Apapun yang anda takuti sebenarnya tidak memiliki kuasa atas anda – rasa takutlah yang menguasai diri anda.”
Rasa takut umumnya adalah perasaan yang muncul dari pikiran yang anda beri makan dengan energi yang anda miliki. Jika anda menerima rasa takut dan menghadapi rasa takut tersebut, maka anda berhenti memberi makan rasa takut anda dan rasa takut tersebut akan lenyap.
Jadi, kuncinya adalah untuk menerima rasa takut anda. Dengan menerima apa adanya rasa takut tersebut, anda akan berhenti memberi makanan pada perasaan tersebut. Salah satu cara untuk melakukan hal ini adalah dengan mengikuti emosi anda, lalu lakukan hal yang anda takuti tersebut. Dengan mengikuti emosi anda, anda melepaskan atau setidaknya melemahkan perasaan-perasaan negatif yang menahan anda untuk melakukan sesuatu. Dengan bertindak, pikiran anda akan mendapatkan bukti bahwa apa yang anda takuti sebenarnya tidak menakutkan seperti yang ada di pikiran anda.

4. Lakukan Hal yang Benar

“Inti dari integritas adalah melakukan hal yang benar, terlepas dari apakah orang lain mengetahui anda melakukannya atau tidak.”
Poin ini sangatlah menarik. Namun bagaimana anda melakukannya? Bagaimana anda tetap mengerjakan hal yang benar ketika tidak ada seorang pun yang memperhatikan dan memeriksa anda? Tentunya saya tidak memiliki jawaban yang lengkap untuk pertanyaan tersebut, namun saya menemukan 2 hal berikut:
  • Buatlah aturan untuk diri anda sendiri. Jika anda ingin tetap melakukan hal yang benar maka anda harus memperhatikan peraturan yang ada dan nilai-nilai yang ditetapkan oleh orang-orang disekitar anda. Anda harus memahami diri anda dan apa yang anda ingin lakukan. Jika anda mengikuti peraturan orang lain maka anda akan bertanggung jawab kepada orang yang membuat peraturan tersebut. Dan akan lebih mudah bagi anda untuk berbuat curang atau melakukan kesalahan ketika tidak ada yang memperhatikan anda. Namun jika anda membuat aturan untuk diri anda sendiri maka anda sendirilah yang bertanggung jawab. Jika anda bisa bertanggung jawab terhadap diri anda sendiri, akan lebih mudah bagi anda untuk melakukan hal yang anda rasakan benar secara konsisten.
  • Jangan bergantung pada validasi eksternal. Jika anda bergantung pada validasi eksternal – pendapat dari orang-orang yang mengatakan bahwa anda melakukan pekerjaan dengan baik, dll. – maka akan sulit bagi anda untuk melakukan sesuatu sesuai dengan aturan main anda. Secara konsisten anda akan mencari tahu validasi orang lain dan beradaptasi sesuai dengan pendapat orang lain. Dan jika anda bergantung sepenuhnya pada pendapat orang lain maka anda akan lebih mudah tergoda untuk berbuat curang atau berhenti melakukan hal yang benar ketika tidak ada yang mengawasi anda; karena tidak ada yang akan memuji anda.

5. Anda Menuai Apa yang Anda Tanam

“Satu hal yang saya yakini adalah apa yang anda berikan akan kembali pada diri anda sendiri.”
Nasihat ini merupakan nasihat klasik, dan saya percaya nasihat ini sangat tepat. Orang cenderung untuk beradaptasi dan memberikan respon. Mereka memperlakukan anda seperti anda memperlakukan mereka. Namun akhir-akhir ini saya mulai berpikir tentang bagaimana hal ini bekerja melalui cara lain.
Saya berpendapat bahwa apa yang anda lakukan terhadap orang lain merupakan perwujudan dari bagaimana anda memperlakukan diri anda sendiri. Jika anda menyalurkan banyak hal-hal negatif ke sekeliling anda maka anda juga memberikan hal-hal yang sama bagi diri anda sendiri. Untuk sementara, mungkin anda merasa baik-baik saja jika anda menggunjingkan atasan anda. Namun saya percaya bahwa hal-hal negatif yang anda temukan di sekeliling anda disebabkan oleh sikap semacam ini. Hal ini mungkin tidak berhubungan langsung dengan apa yang anda katakan atau lakukan. Namun nampaknya anda tidak bisa menyakiti orang lain tanpa menyakiti diri anda sendiri.
Semakin banyak hal-hal negatif yang keluar dari dalam diri anda, semakin buruk pula perasaan anda dalam kehidupan sehari-hari; semakin sering anda akan melakukan sesuatu secara berlebihan dan merasakan kesedihan yang tiba-tiba muncul begitu saja. Mungkin karena anda mengeluarkan begitu banyak hal-hal negatif maka SAR anda akan memfokuskan diri pada hal-hal negatif yang anda jumpai dalam kehidupan sehari-hari anda.

6. Lupakan Masa Lalu, Hiduplah di Masa Sekarang

“Ambil nafas, lepaskan, dan ingatkan diri anda bahwa saat ini merupakan waktu yang anda miliki dengan pasti.”
Salah satu hal terbaik yang bisa anda lakukan untuk meningkatkan kualitas kehidupan dan kepribadian anda adalah dengan melupakan apa yang sudah terjadi; jangan memikirkan hal-hal negatif yang terjadi di masa lalu anda terlalu lama. Namun bagaimana anda akan melakukannya?
Saya berhasil menemukan beberapa tips yang sangat berguna. Tips berikut bekerja dengan baik dan akan bekerja dengan lebih baik seiring dengan berjalannya waktu dan saya menjadi lebih ahli dalam menerapkan tips tersebut.
Tips pertama adalah tanyakan pada diri anda sendiri: “Apa manfaatnya bagi saya?” sepanjang hari atau ketika anda merasakan pikiran-pikiran negatif bermunculan dalam pikiran anda. Apa manfaat yang saya akan peroleh ketika saya memikirkan pikiran-pikiran ini?
Saya sering menyadari bahwa memikirkan hal-hal yang negatif tidaklah bermanfaat bagi saya. Pikiran-pikiran negatif atau mengulang kembali memori negatif berulang ulang dalam pikiran anda tidak akan bermanfaat bagi anda. Ya, anda mungkin bisa mendapatkan kepuasan sendiri – seperti perasaan bahwa anda menjadi korban atau dengan membenci seseorang dan merencanakan balas dendam. Namun yang sebenarnya anda lakukan betul-betul membuang waktu dan energi anda.
Anda telah membaca tips kedua: fokuslah pada apa yang anda inginkan dan fokuslah pada kelimpahan daripada kekurangan.
Tips ketiga adalah belajar untuk menghabiskan lebih banyak waktu di masa sekarang atau pada proyek masa depan yang anda rencanakan daripada menghabiskan waktu mengingat-ingat masa lalu. Dan cara terbaik dan terpraktis untuk menerapkan tips-tips tersebut telah tertulis pada bagian awal artikel ini.

7. Segala Hal yang Terjadi Berada Dalam Kendali Anda

“Setiap dari kita bertanggung jawab atas kehidupan kita sendiri – bukan orang lain.”
Ketika kita muda, orang lain bertanggung jawab atas kehidupan kita. Menurut pendapat saya, salah satu tanda kematangan adalah jika seseorang bertanggung jawab 100% atas kehidupannya sendiri. Namun, tetap masih ada perasaan dimana kita menginginkan orang lain untuk bertanggung jawab atas kehidupan kita.
Salah satu contoh yang sering terjadi dalam kehidupan nyata adalah saat orang mencari ‘obat mujarab’, daripada memegang kendali dan mengambil tanggung jawab atas kehidupan mereka sendiri, serta bekerja selangkah demi selangkah untuk mencapai tujuan. Ada kebutuhan akan buku, program, obat, atau sesuatu yang bisa kita beli untuk menghilangkan masalah yang kita hadapi. Sama seperti ketika ayah atau ibu memecahkan masalah anda.
Saya tidak berkata bahwa saya tidak pernah mencari ‘obat mujarab’ tersebut. Mungkin setiap orang harus melalui fase tersebut dalam hidupnya. Namun saya merasa bahwa ketika anda berhenti mencari hal-hal semacam itu, maka anda berada di jalan yang akan membawa anda mencapai hasil yang lebih baik daripada hasil yang anda peroleh dari ‘obat mujarab’ tersebut.
Mengapa? Anda menyadari bahwa anda harus berada di belakang kemudi dan memegang kendali. Dan ketika anda berhenti mencari ‘obat mujarab’, anda akan menjadi lebih fokus. Anda menyadari bahwa tidak ada buku yang bisa memberikan anda lebih banyak ilmu. Anda menyadari bahwa anda harus bertindak dan menciptakan kehidupan sesuai dengan keinginan anda.
Dan sekarang, buku-buku yang anda beli menjadi berguna karena anda berhenti melihat buku-buku tersebut sebagai ‘obat mujarab’ yang akan menyembuhkan anda, namun anda melihatnya sebagai panduan yang menuntun anda selama perjalanan.
Itulah tips-tips luar biasa dari Oprah, semoga bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Berikut ada satu buku referensi dari Oprah dengan judul ”The New World” (“Dunia yang Baru”) karangan Eckhart Tolle. Bagi anda yang berminat, anda bisa mencarinya di toko buku Gramedia.

Thursday, November 03, 2011

13 Jimat yang Harus Dibaca #2


Ini bagian kedua dari kumpulan tips menulis yang dibuat oleh Mister Fishman. Yup, tetap seperti bagian pertama, tulisan ini dipenuhi oleh kutipan-kutipan dari penulis dan public figure bule. Sejujurnya, saya juga tidak kenal mereka kecuali Albert Einstein :P tapi Anda pasti masih bisa googling nama mereka dong......
Bukan lagi 10, tapi kali ini ada 13 poin jimat yang harus dibaca. Saya harap bisa bermanfaat, selamat menikmati! :D

We are all creative.
Semua orang memiliki daya cipta.

"Kerapkali kita membutakan mata batin kita. Itulah sebabnya kita jadi sakit hati ketika membaca bari-baris yang ditulis oleh seorang master karena kita beranggapan itu bisa kita lakukan. Ini menjadi bibit perih yang membuat kita tak berdaya karena kita tidak percaya pada kekuatan kita sendiri dan kriteria tentang kebenaran dan keindahan. Setiap manusia, jika saja ia mendapat ketenangan, jika saja ia sangat jujur pada dirinya sendiri, ia akan sanggup menyampaikan kebenaran yang paling hakiki. Kita semua berasal dari sumber yang sama. Orisinil atau tidaknya sesuatu itu bukanlah misteri yang perlu ditelusuri. Kita semua, baik itu raja, penyair, musisi, adalah bagian dari sebuah karya besar. Kita hanya perlu membuka dan menemukan apa yang sudah ada di sana".
(HENRY MILLER)


Commit.
Kerjakan sekarang juga.

"Apapun yang dapat kamu lakukan atau yang kamu rasa mampu lakukan, lakukanlah sekarang juga. Mulailah. Dalam keberanian itu terdapat kecerdasan, kekuatan dan keajaiban".
(JOHAN WOLFGANG von GOETHE)


Caution strangles creativity.
Terlalu berhati-hati akan menghambat kreativitas.

"Keinginan agar aman menentang setiap usaha yang besar dan mulia".
(TACITUS)

God is in the detail.
Kekuatan ada pada detail. Jadi buatlah detail-detailnya.

"Homer, Dante, Shakespears adalah pengarang hebat karena mereka selalu bekerja dengan efektif, sangat memperhatikan detail-detail dan mencatat hal-hal dengan teliti".
(WILLIAM STRUCK Jr. dan E.B. WHITE)

Have a go.
Jalan sajalah.

"Loncatlah! Jaraknya tidak seluas yang kamu pikirkan."
(JOSEPH CAMPBELL)

It's how you say it.
Yang penting adalah bagaimana mengungkapkannya.

"Seorang penulis harus memiliki keahlian. Dia harus mempelajari aturannya dan boleh saja melanggarnya kemudian. Kamu tidak bisa merasa bahwa kamu punya sesuatu untuk dikatakan tapi tak tahu bagaimana mengatakannya. Kamu harus belajar mengatakannya".
(ARTHUR KOPIT)

Writing fiction challenges you.
Menulis fiksi itu adalah bentuk tantangan untukmu.

"Menulis itu seperti olah raga keras, seperti sepak bola. Mengapa banyak anak kecil bermain sepak bola? Mereka bisa terluka, kan? Mereka bahkan tidak sabar menunggu sampai hari Sabtu untuk bisa melakukannya. Menulis kurang lebih seperti itu. Kamu bisa sakit, namun kamu juga akan bisa untuk menikmatinya".

(IRWIN SHAW)

First draft is a time for uncertainty.
Draf pertama itu biasanya tidak karuan.

"Menulis konsep pertama itu seperti meraba-raba dalam kamar yang gelap, seperti tak bisa mendengar suatu percakapan atau seperti melontarkan lelucon yang kamu lupa bagian akhirnya yang lucu. Seperti kata orang, seseorang menulis untuk menulis kembali; karena menulis kembali dan merevisi sebuah tulisan merupakan cara seseorang mendiami materi tulisan secara utuh".
(TED SOLOTAROFF)

Get to the end and stop.
Kamu harus tahu kapan harus berhenti: selesaikan tulisanmu lalu berhenti!

"Hanya ada satu hal yang dapat kamu lakukan dalam menulis sebuah novel, yaitu teruslah menulis sampai novel itu selesai ditulis sampai akhir".
(ERNEST HEMINGWAY kepada F. SCOTT FITZGERALD)

Creativity requires works.
Kita bisa kreatif kalau bekerja, melakukan sesuatu, tidak diam saja.

"Gerak hati atau impuls yang artistik tampaknya tidak ingin menghasilkan pekerjaan yang sudah jadi. Sesudah gagasan lahir, impuls akan meninggalkan kita setelah pekerjaan kita setengah jadi; dan selebihnya kita mesti jalan terus dengan ide kita! Seni itu sebuah kerja keras".
(CLARENCE DAY)

Work hard.
Kerja keraslah.

"Menjadi jenius itu adalah kemampuan yang tak terbatas untuk berusaha sekeras kerasnya."
(ALBERT EINSTEIN)

Be wild.
Jadilah liar.

"Setiap orang memiliki bakat. Namun jarang bakat itu disertai keberanian untuk mengeksplorasi bakat tersebut semaksimal mungkin."
(ERICA JONG)


Capture first thoughts.
Tulislah ide apa saja yang ada dalam pikiranmu.

"Jangan terlalu banyak berfikir".
(NATALIE GOLDBERG)

"Ide yang melintas pertama kali dalam pikiranmu adalah sesuatu yang paling kuat".
(BOB DYLAN)

"Sudahlah, tendang saja bolanya!".
(ALLEN GINSBERG)


;)

Wednesday, October 26, 2011

Hujan #Cerpen#

Hujan. Bagiku hujan memiliki bahasa tersendiri. Ia mengungkapkan apa yang ia mau katakan padaku. Tergantung pengartiannya dari kapan dan bagaimana caranya turun. Aku punya cara tersendiri menyerap bahasanya. Tergantung apa yang kurasakan, walaupundengan mata tertutup dan aku tidak mendengar suaranya. Ya aku bisa tahu kalau ia sedang marah atau rindu padaku, walaupun tidak dingin, walaupun ia belum turun bahkan embunnya belum berkumpul dan membentuk arakan mendung.

Kamu tahu? Kamu tahu kalau hujan sebenarnya adalah bahasa yang disampaikan oleh orang-orang yang telah mati? Ya, ia berbahasa melalui rintik yang gemulai sampai siraman liar yang menghentak. Yang membius kita untuk melayang bersama burung-burung itu, untuk bersatu dengannya. Mengelana dalam ruang yang sekilas tanpa jeda.

Aku ingat, dulu ia selalu datang ketika ada rinai hujan. Walaupun ia tidak lama di depanku, tapi air hujan bekas jejak kakinya masih tetap tergenang di depan sana. Tidak berbeda dengan hujan yang meresap di bahu baju seragam putihnya. Ketika ia mengusap air di bahu dan aku meraba bekas jejak kakinya, tangan kami bersentuhan.

Seringkali ia muncul saat hujan. Mungkin itu saat paling tepat untuknya mencari-cari waktu. Atau kalau tidak, hujan yang menyulap hari sedikit gelap membuat wajahku kehilangan sedikit kekurangannya. Ia muncul tanpa berujar. Tak pernah berujar. Kami melempar pesan melalui mata dan bersentuhan dengan hujan. Selama bertahun-tahun.

Dulu saat aku masih kecil, hujan selalu membuat orang rumah waswas. Airnya yang menyapu lantai kayu dapur yang sebagian tak beratap, dan seringkali tergenang membuat ibu angkatku marah. Belum lagi petir yang menggelegar, seluruh tante maupun oom dari keluarga besar di rumah itu tidak ada yang suka. Tante selalu dengan sewot mencabut colokan kabel listrik, "takut disambar petir," katanya.

Oomku yang paling muda juga tak berani berdiam di kamarnya yang gelap. Kamarnya memang lebih gelap dibanding ruang-ruang lain di rumah kayu tua. Seluruh jendela rumah ditutup, yang membuat angin merasuk ke bawah tikar plastik melalui celah-celah lantai kayu yang mulai reot. Membuat tikar plastik itu menggelembung, naik dengan sendirinya seperti dimasuki hantu dari bawah. Belum lagi mereka masih harus memutar-mutar antena televisi besi yang berat dan tinggi ketika hujan redajika tak mau menonton kerumunan semut.

Tapi ketika jendela rumah itu baru ditutup dan mulai gelap, dingin hujan membuatku merasa tenteram. Nuansa tempat tinggal sangat nyaman, aku aman di sana. Dingin dan nyaman. Saat itu aku mulai melirik hujan. Semua orang di rumah membencinya dan melarangku bermain apalagi bersentuhan dengan hujan, "Demam!" cegat ibu angkatku. Aku mulai mencari waktu untuk menikmati hujan seorang diri tanpa campur tangan siapapun. Diam-diam, aku berselingkuh dengan hujan.

Setelah aku dewasa, kemunculannya bersama hujan telah memberikan kelengkapan tersendiri. Hujan tidak lagi janggal karena aku menyukai serbuan gerimis itu dengan alasan kuat. Alasan yang sama dengan alasanku kenapa menyukainya. Dingin dan nyaman.

Sudah dua puluh tahun terakhir ini aku tidak melihatnya lagi ketika hujan datang. Terakhir kali aku melihatnya saat aku berusia tujuh belas. Orang-orang bilang ia telah pergi jauh, sangat jauh. Aku tetap belum bisa percaya. Jasad yang mereka panggil dengan sebutan namanya, seperti bukan ia. Seperti orang lain. Ia tidak pernah mati. Kemarin ataupun beberapa malam lalu aku melihatnya di seberang jalan, dengan satu stel atasan dan bawahan putih. Ia sempat menoleh dan tersenyum padaku. Kadang aku melihatnya datang ke kamarku tiba-tiba di tengah malam, melihatnya di jalan raya menuju kampusku, di gedung tua sekolahan, di atas bianglala, dan aku melihatnya memasuki kamar kami sesaat lepas aku bercinta dengan pacar pertamaku.

Sekarang warna langit yang dingin. Bukan putih tidak juga biru. Kelabu yang nyaris hitam. Sangat dingin namun memberikan kehangatan emosi. Sebentar lagi turun hujan. Burung-burung sudah berpasang-pasangan terbang dari langit mendung. Begitu indah. Aku ingin menyatu dengan seluruh genangan air hujan. Seperti sekarang, di kedalaman laut ini, membiarkan seluruh tubuhku meresap ke dalam tiap tetes airnya. Aku bisa merasakannya sangat dingin. Merasa berpelukan dengan hujan dan seluruh tubuhku dibelai olehnya.

Semakin dingin, kumpulan aliran hujan ini mulai merasuki tiap pori di tubuhku, aku menikmatinya. Seperti melayang dalam ruang hampa udara yang membekukan. Aku tak tahu seberapa jauh sekarang. Seberapa kaki tubuhku telah menjelajah jatuh di kedalaman laut. Rasa ingin membeku ini membuatku bisa mengartikan makna mendung abu-abu sebelum hujan. Dari atas lamat terdengar suara rintik air yang mulai membaur dengan laut. Sekarang sedang turun hujan.***

Thursday, October 20, 2011

10 Jimat yang Harus Dibaca #1

Menulis itu jenius!
Setidaknya itu yang dikatakan Rolland Fishman dalam bukunya 'Creative Wisdom for Writers'. Dan karena saya kembali menemukan buku ini dengan keadaan yang debunya nyaris 1 centi, saya penasaran lalu membaca ulang. Ternyata benar, dulu saya hanya membeli dan tidak membacanya..... Saya akan berbagi mengenai isi buku ini kepada Anda semua. Berbagi itu indah. Asal bukan berbagi suami. Btw, inilah beberapa trik menulis oleh Mister Fishman:
Thinking about writing or talking about writing or worrying about writing is not writing.
Berpikir tentang menulis atau hanya berbicara tentang menulis atau terus cemas tentang apa yang akan ditulis adalah tidak menulis sama sekali.

"Awali setiap pagimu dengan menulis, itu akan membuatmu menjadi seorang penulis".
(GERALD BREMAN)


Your imagination knows the truth and the truth is eternal.
Imajinasimu tahu tentang kebenaran; dan kebenaran itu abadi.

"Aku tidak tahu apa-apa selain punya keinginan yang kuat dari dalam diriku untuk mulai menulis suatu kebenaran imajinasi".
(JOHN KEATS)


Kill the internal editor.
Bunuh saja editor yang ada dalam dirimu itu.

"Selama proses penciptaan berlangsung, seharusnya jangan ada pikiran yang mengacaukan seperti suara mencela atau suara rewel yang terlalu banyak mengkritik dan memberi penilaian".
(VICTORIA NELSON)

Dream.
Bermimpilah.

"Pada awalnya kita hanya membaca sedikit kata-kata di awal buku atau bagian tertentu dari cerita itu. Tapi setelah itu secara tiba-tiba yang kita lihat pada halaman buku itu bukan lagi kata-kata melainkan sebuah kereta yang melintasi Rusia, seorang Italia tua yang sedang menangis, atau sebuah rumah petani di tengah ladangnya yang sedang diterjang hujan".
(JOHN GARDNER)


Go for the emotion.
Biarkan emosimu lepas.

"Hanya emosi yang terus menerus selalu ada".
(EZRA POUND)


Create moral dilemmas.
Ciptakan dilema moral.

"Di dalam akhir analisismu, buatlah ketegangan yang nyata dengan memunculkan dilema moral dan keberanian untuk berbuat dan bertindak berdasarkan pilihan-pilihan. Ketegangan akan nampak jelek jika ia datang dari kejadian yang jelek dan tak disengaja dari sesuatu yang tak berarti apa-apa".
(JOHN GARDNER)


Push yourself.
Doronglah dirimu sendiri.

"Karakter-karakter yang ada dalam novel-novelku sendiri adalah kemungkinanku yang tidak kusadari. Masing-masing telah melintasi batas yang aku sendiri telah menghindarinya..... di balik batas itulah kerahasiaan mulai tersibak dalam novel itu".
(MILAN KUNDERA)


Nobody knows anything.
Tak ada seorangpun yang tahu segalanya.

"Herr Doctor yang terhormat:
Anda telah 10 bulan terlambat dari waktu yang telah disepakati untuk menyelesaikan buku Das Kapital, yang telah Anda sepakati untuk diterbitkan di penerbit kami. Jika kami tidak menerima naskah itu dalam 6 bulan ini, kami harus menugaskan penulis lain untuk menulis buku ini".
(Surat untuk KARL MARX dari penerbit LEIPZIG)


Just do it!
Pokoknya lakukan saja!

"Orang selalu bertanya: bagaimana jika aku mengalami jalan buntu dan tidak ada yang bisa aku tuliskan? Juga, bagaimana jika aku tidak mengisi hidup dengan kesempatan untuk bisa mengungkapkan apa yang ingin kuutarakan?"
(JULIA CAMERON)


Imagine.
Berimajinasilah.


"Imajinasi lebih penting daripada pengetahuan".
(ALBERT EINSTE
IN)
Tunggu bagian kedua ya..... ;)

Monday, October 17, 2011

Perempuan yang Ada Foto Wajahnya, Anda Berdosa!!!

Barusan buka fesbuk, eh ada aja yang nulis status gini:

Sekiranya foto profilmu menjadi perbincangan kaum adam karena raut wajah yang kau banggakan itu dan jelas kau pampang agar dilihat oleh orang lain. Apakah kau tidak merasa risih atau justru bangga...? Apakah kau tidak malu dengan mata mata liar yang memandang setiap lekuk di wajahmu...? Zinahnya mata ialah memandang, sekiranya foto profilmu dapat menyebabkan itu, apakah masih bangga.....?

Eits, tunggu dulu tunggu dulu tunggu dulu.
"malu dengan mata-mata liar yang memandang setiap lekuk di wajahmu.....?"
Saya langsung paranoid. Jangan-jangan..... yang dimaksudkan adalah foto..... saya? teman saya? keluarga saya? tetangga? anak tetangga saya?
Memangnya ada apa dengan mata liar yang memandang setiap lekuk di wajahmu?! Wajah kan bukan aurat..... bukan auraaaaat..... apalagi kalau ekspresinya gak mesum dan biasa-biasa. Liatnya juga biasa aja kalee.. Kalaupun Anda maunya menundukkan pandangan, ya jaga mata dan niat, tundukkan pandangan! Jangan selalu semua orang yang dipersalahkan.. Tuh orang, yang memandang dengan liar dan berpikir liar, padahal foto cuman gambar potongan kepala doang: Berarti otaknya yang porno!!!

Gak beres, ngapain lekuk muka disamain dengan lekuk tubuh? sampe dihayatin segitunya? Kalopun si penghayal emang ngeres, apa si empunya foto yang salah?
Lantas pengkhayal yang hiper*** karena "baru liat foto kepala aja udah terangsang" itu samasekali gak salah?
Apa yang salah dari profil pic bergambar potongan kepala aja ha???
Ada apa ini..... yang nulis status kelewat alim apa orang sedunia yang terlalu penuh dosa???

Saya pasang foto kepala: Ya
Saya pasang foto setubuh.. eh, maksudnya seluruh tubuh: Enggak
Trus kalo tiba-tiba ada orang lewat, liat foto kepala dan otaknya sangklek tiba-tiba terangsang gitu? emangnya ada? apa saya terlalu porno? apa saya telalu tebuka? apa saya menggoda?
menggoda dari Hongkong iya.....

Hm..... waspadalah bagi Anda, para perempuan yang memuat foto wajah atau kepalanya di halaman manapun pada dunia maya, (karena menurut si pembuat status ini) Anda berdosa!!!
Duh.. atuuuut.....

Setidaknya, rata-rata perempuan yang memajang fotonya di fesbuk, akan berpikiran sama dengan saya ketika membaca status dari orang alim satu ini. Sejauh ini, foto profil kami tidak seksi.
Mudah-mudahan membaca tulisan ini lebih banyak manfaat daripada mudharatnya, dan membuat kita lebih bisa fokus pada diri sendiri daripada terlalu mengurusi urusan kecil orang lain. Jikapun terlalu hobi mengurusi orang lain, lebih baik pergi saja sana jadi sukarelawan HIV/AIDS di Afrika. Iman ada di hati, bukan di fesbuk.


Tubuhku tidak porno, apalagi wajahku. Yang porno otakmu!

Wassalam.

Friday, October 14, 2011

B a r a t

Aku ingin selalu berjalan ke arah Barat, perlahan berlari lalu kemudian terbang..... Agar waktuku tak habis dan selalu bertambah jam satu demi satu..... Kukumpulkan, ingin kuhadiahkan sebagai kado ulang tahunmu. Kuharap nanti ketika kamu sudah menjadi orang penting, kita bisa membuka bungkusan kadoku padamu, lalu bersama-sama bercengkerama didalamnya. Tanpa perlu ikatan batas jam kerjamu terganggu. Kita bisa menggila di sana. Bebas. Tidak ada yang bisa melihatnya barang sedetikpun. Karena mereka, orang-orang itu, tidak punya harta seperti isi kado yang telah kupersembahkan kepadamu. Walaupun untuk itu aku harus selalu kembali ke masa lalu untuk mengais sisa-sisa remahan waktuku yang terbuang cuma-cuma dulu. Dengan atau tanpa sadar, aku melakukannya hanya untuk kita. Tanpa pura-pura. Ssshut!

(untuk semua orang yang kusayangi dan tidak lagi ada di bumi)