Wednesday, September 12, 2012
Saturday, September 01, 2012
Jika dengan Jancuk pun Tak Sanggup Aku Menjumpaimu
jika dengan jancuk pun tak sanggup aku menjumpaimu
dengan air mata mana lagi dapat kuketuk pintu hatimu
kau melengos dalam kajang lilin pertama
bulan berbunga di pucuk mahoni
ketika itu
dalam pasang sepiku
rindu bertikai tak pernah jerih
terhempas gelombang atas huma
kau tergelincir berpasang tawa
di sungai ciwulan
kampung naga
tasikmalaya
banyak orang pacaran
seabreg orang menikah
tapi segelintir yang sempat mengalami cinta
kini apa yang dapat teranyam dari anjing menggonggong
alas pandan wangi adalah anyam-anyaman duka citamu
sebelum langit menggulung tikar
sebelum desau mengulum kekasihmu yang menggelayut di ranting hujan
abad berlalu
desirnya nyiur menghadang buih
deburnya kungung di bui bunyi
tanpa jeruji
tanpa kasasi
hatimu beringas melembah ngarai
berlarian tak tentu kiblat
lebih bergegas ketimbang gema
o, andai sombong diperbolehkan
sudah tentu akan kusombongkan agama bapakku
dan jika dengan jancuk pun tak sanggup aku menjumpaimu
dengan air mata mana lagi dapat kuketuk pintu hatimu
Sujiwo Tejo, 2011
dengan air mata mana lagi dapat kuketuk pintu hatimu
kau melengos dalam kajang lilin pertama
bulan berbunga di pucuk mahoni
ketika itu
dalam pasang sepiku
rindu bertikai tak pernah jerih
terhempas gelombang atas huma
kau tergelincir berpasang tawa
di sungai ciwulan
kampung naga
tasikmalaya
banyak orang pacaran
seabreg orang menikah
tapi segelintir yang sempat mengalami cinta
kini apa yang dapat teranyam dari anjing menggonggong
alas pandan wangi adalah anyam-anyaman duka citamu
sebelum langit menggulung tikar
sebelum desau mengulum kekasihmu yang menggelayut di ranting hujan
abad berlalu
desirnya nyiur menghadang buih
deburnya kungung di bui bunyi
tanpa jeruji
tanpa kasasi
hatimu beringas melembah ngarai
berlarian tak tentu kiblat
lebih bergegas ketimbang gema
o, andai sombong diperbolehkan
sudah tentu akan kusombongkan agama bapakku
dan jika dengan jancuk pun tak sanggup aku menjumpaimu
dengan air mata mana lagi dapat kuketuk pintu hatimu
Sujiwo Tejo, 2011
Sunday, April 22, 2012
Next Game, Nobody Want to Lose
Steffan Harrson, pelatih sepak bola
Tim Mitra Kukar memang bule. Malam itu kira kira pukul 22 Wita. Kami
berkumpul di sebuah ruangan dan Steffan Harrson terus bicara dengan
casciscus Bahasa Inggrisnya. Konfrensi pers seperti biasa, tiap kali
permainan di LSI berakhir. Ini sekian kalinya saya meliput sepak bola.
Dan sekian kalinya juga tidak terlalu perhatian dengan si pelatih.
Beberapa media dengan seksama mendengarkan. Hm... tidak terlalu seksama
sepertinya. Beberapa terlihat mengantuk, beberapa mengetik BBM (mengetik
pesan di BBM, bukan mengetik berita di BB), dan tak jarang pada
konfrensi pers seperti ini ada saja awak media yang mendengarkan sambil
bermain Angry Bird. Kali ini, saya mendengarkan sambil makan kacang.
Kacang goreng kulit berbungkus plastik transparan, model jadul, yang
saya dapat dari seorang Oom tak dikenal. Sewaktu meliput, Oom itu duduk
di samping saya membelikan kacang dan Teh Kotak. Suasana konfrensi pers
sepak bola yang skornya 1-0 pastilah garing. Lagipula saya tidak
mengerti dia ngomong apa. Pun setelah penerjemahnya mengartikan dalam
Bahasa. Saya tidak begitu mengerti sepak bola. Beberapa awak media cetak
terlihat masing-masing sibuk dengan kameranya. Bisa diterka foto itu
sebagian besar hanya untuk dokumentasi. Karena koran maupun situs online
jauh lebih tertarik memuat foto action di lapangan. Teman - teman dari
media televisi terlihat hanya manggut-manggut. Tak niat merekam karena
kemungkinan besar juga tidak akan tayang. Salah seorang teman saya,
wartawan media cetak, namanya Bayu. Saya memanggil mereka semua dengan
sebutan 'Abang' di awal nama. Bukan karena saya paling muda, tapi karena
takut kualat. Bang Bayu berdiri di samping saya, sibuk sendiri dengan
kameranya. Bosan, ia diam sejenak.
Saya: Bang, dari tadi dia ngomong apa sih?
Bang Bayu: Hehehehehehe..
Saya: Emang abang ngerti dia ngomong apa?
Bang Bayu: Kadak tahu! (baca: enggak tahu, Banjarnese)
Saya: Saya sih dari tadi dia ngomong panjang lebar saya cuma paham satu kalimat doang.
Bang Bayu: Apa?
Saya: "Nobody want to lose"
Bang Bayu: Oh, aku juga. Aku tahu satu kalimat.
Saya: Apa?
Bang Bayu: "Next game" :D
Saya: ..................... :|
Saturday, April 14, 2012
Cerita Perempuan-Perempuan Perkasa: Rina E.M. Pengayom Orang Gila
Pengeluaran Rp 1 Juta Per Hari, Sembuhkan 700 Pasien
Perempuan berkulit cerah, kuning langsat, tersenyum menjamu siapapun
yang datang ke tempat tinggalnya. Sebuah tempat tinggal, sekaligus wadah
menampung lebih dari 100 penderita gangguan jiwa alias orang gila.
HARLINDA, Samarinda
DIA berparas manis, bermata agak sipit. Rambutnya hitam lurus. Postur
tubuhnya sedang, tak kurus tak juga gemuk. Wajahnya tampak terlalu muda
untuk perempuan yang sudah menjanda. Namanya Rina Efline Mangkey yang sering pula disebut Rina Yohan. Dia
mempunyai kegiatan yang bisa dikategorikan langka. Rina tinggal bersama
107 orang yang mengalami gangguan jiwa, dalam satu rumah, sejak 12 tahun
lalu.
Rumah kayu tersebut terletak di Jalan Rimba No 14, Kecamatan Sungai
Kunjang, Samarinda. Letaknya tidak tepat di sisi jalan, melainkan
menjorok ke dalam, jalannya berbatu. Ada pagar kayu tinggi bertuliskan
Lamin Adulam. Itulah rumah yang dijadikan penampungan penderita gangguan jiwa yang
dikelola Rina. Luasnya sekitar 175 x 300 meter persegi. Namanya Lamin
Adulam. Berdiri di bawah Yayasan Join Adulam Ministry (JAM). Yayasan itu
berdiri sejak 1999.
Rina selalu turun tangan mengerjakan segala hal terkait kebutuhan para
penderita gangguan jiwa yang disebutnya sebagai pasien. Menurutnya,
penderita gangguan jiwa itu adalah orang-orang terlupakan. Orang-orang
yang seringkali tidak diingat keluarga, tidak dijenguk, bahkan dibuang
ke jalanan.
Rina mengatakan, apa yang dilakukannya selama ini bentuk pelayanan
terhadap sesama manusia dan Tuhan. Hampir 3 tahun dia ditinggal
suaminya, Pendeta Yohanes Ruben Dengah, menghadap sang Khalik. Sejak
itu, Rina seorang diri mengumpulkan kekuatan memimpin yayasan yang
semula dikelolanya bersama suami.
Terhitung sejak awal berdiri, 700 orang telah keluar dari yayasan
milik Rina. Mereka semua dinyatakan sembuh total. Padahal tak banyak
staf yang membantu proses penyembuhan.
Staf yang hanya berjumlah 6 orang bergantian bahu membahu merawat
pasien. Tanpa mengacu pada pengobatan medis, melainkan pendekatan
personal secara kekeluargaan. “Hanya sesekali kami memberi obat medis,
misalnya obat penenang. Itu pun ketika pasien mengamuk atau sakit
fisiknya,” ujar Ita, salah satu staf yayasan. Ita mengungkapkan kesannya terhadap Rina selama ini. “Bu Rina orangnya
baik sekali. Rendah hati, dan yang paling saya salut beliau tidak pernah
menyerah,” katanya.
Sejak suaminya meninggal, Rina dikenal para stafnya sebagai perempuan
yang kuat untuk bangkit dari masalah. Kasih dan motivasi yang besar
ditularkannya kepada seluruh staf yang sudah dianggapnya sebagai anak
asuh.
“Beliau memiliki prinsip dan sifat semua orang di dekatnya bisa berubah menjadi positif,” ujar Ita.
Berbagai masalah sering menerpa Rina dalam memperjuangkan yayasannya.
Walaupun demikian, dia selalu menghadapi masalah dengan sabar dan tetap
mendekatkan diri kepada Tuhan. “Sebagai manusia, rasanya saya memang
tidak mampu menjalankan semua ini, tapi tidak ada yang tidak mungkin di
mata Tuhan,” ujarnya.
Kebutuhan akan bahan-bahan pokok seperti makanan dan pakaian bagi para
pasien membuat Rina harus berpikir pintar. Tiap hari tak kurang Rp 1
juta dihabiskan untuk kebutuhan pasien. Tanpa bantuan pemerintah, Rina
harus berfikir keras menghidupi pasien dan para stafnya. Ia berpendapat banyaknya rintangan yang terjadi justru membuatnya
semakin kreatif. Dia pun rajin menjalin hubungan sosial. Hasilnya, para
donatur datang dengan sendirinya membantu kegiatan Rina. Beberapa pihak
telah menjadi donatur tetap.
“Para donatur kebanyakan tahu dari mulut ke mulut. Saya bersyukur tidak
dipromosikan saja donatur banyak yang berdatangan,” ucapnya dengan mata
berkaca-kaca. Tak hanya para pekerja, mahasiswa pun kadang menjadi donatur, entah dalam bentuk makanan maupun pakaian bagi para pasien.
Selain memperoleh pasokan dari donatur, para staf JAM juga membuat
beberapa kerajinan tangan berbentuk gantungan kunci maupun bingkai foto.
Proses pembuatan kerajinan tangan ini juga dibantu oleh beberapa pasien
yang sudah bisa “dikendalikan”. Mereka lalu menjualnya kepada
pengunjung Lamin Adulam.
Semangat yang ditularkan mendiang suami membuatnya bertahan sampai
sekarang. Meski mengakui pengalaman ditinggal suami adalah cobaan
terberat, namun Rina tetap tegar menyambut hari esok.
“Suami saya selalu mengatakan, kami pasti bisa. Saya hanya punya
prinsip dan kemauan, tapi Tuhan yang melakukan semuanya,” ujar Rina.
Tiap hari dia mengisi waktu dengan memfokuskan diri mengurusi para
pasien. Dibantu 6 orang staf, mereka bekerja dari memandikan hingga
mengatur menu maupun jadwal makanan para penderita gangguan jiwa
tersebut. Bahkan ada beberapa penderita gangguan jiwa yang bisa membantu
melakukan pekerjaan rumah seperti halnya mencuci baju, mencuci piring,
dan menyapu lantai. Dalam satu hari, pasien dibebaskan dua kali bermain
di halaman rumah yang berlantaikan semen.
Yayasan ini punya cara tersendiri agar penderita gangguan jiwa tidak
bertambah stres. Yakni, dengan membiarkan mereka bermain dan
mendengarkan lagu rohani.
Ibu dua anak ini mengaku jarang keluar rumah. “Kecuali ada keperluan
mendesak atau acara penting,” katanya. Anaknya yang berusia 15 dan 14
tahun masing-masing laki-laki dan perempuan tidak membuatnya kerepotan.
Anak tertuanya bernama Yeremia Covicar Dengah, siswa Sekolah Menengah
Teologi Kristen Bethel, Jakarta. Sedangkan si bungsu Hadassah Covicar
Dengah duduk di Sekolah Menengah Pertama (SMP) 1 Samarinda. “Mereka
sudah mandiri dan pintar mengurus diri sendiri,” tambahnya. (*/lin)
)* Diterbitkan di surat kabar harian Kaltim Post, Kamis, 8 Januari 2011
Thursday, April 12, 2012
Steal Like an Artist!
Foto foto yang saya "curi" dari blog pribadi Austin Kleon, penulis buku Steal Like an Artist. Selamat membaca, memahami, dan mengilhami ;)

Wednesday, March 28, 2012
Tentang Rindu (3)
Rindumu menderas hujan. Dan aku telah meminumnya. Tapi aku tetap kehausan. Maka dari bibirku, reguklah air rindu sepuasnya, bahkan mengering kerontang hingga kita tak perlu kenal lagi apa itu bosan.
“…hingga kita tak kenal lagi apa itu kehausan. Karena rindu mengairi bibir kita, dalam jarak sekalipun.”
Apakah desah pagi adalah iringan sepi yang mengarak rindumu? Seperti menjarah gudang tak berisi, rinduku hanya menampar kosong di rengkuh jemari pagi. Maka, dekatlah padaku. Tak perlu raga nyatamu. Seteguk napas dari bibirmu cukup untuk membunuh rinduku.
Segera araklah dupa hangatmu, dan taburkan di kelopak mataku yang menyisir sunyi rindu. Rindu tetaplah rindu. Meskipun tiada bagimu, aku akan menjemputnya untuk ada, dan untukmu.
Rindu itu luka, ternyata….. Inilah kemanjaan siang yang mengusir terik kepongahan. Seperti tak kenal malu, rindu itu terjun bebas ke pangkuanmu.
“Kangen tauuu…!”
Diam dibelit semesta maya. Terbang rendah diantara nalar dan jiwa yang tak kompromi. Mencintaimu tanpa aku bertanya lagi. Cintaku bersembunyi pada arakan risau. Meniti tak pasti di jembatan hatimu.
Tak terbilang satu cintaku yang memanah palung hatimu. Tak terbilang setiap rinduku yang meletupkan napas keindahan di tapal batas penantianku; menunggumu.
“Haruskah kita acuh dan mengingkari rasa saling itu?”
Apakah aku ada di sana dalam memori pengembaraanmu? Jika iya, akan kukatakan cinta detik ini juga, lugas tanpa praduga. Tidakkah kau tahu? Malam-malamku selalu bersimbah keluh kisah yang menguras janji. Karena aku percaya, mencintaimu adalah pilihan dari setiap hidup yang kuyakini. Meskipun barisan waktu menjepitku dalam penantian tak bertepi.
Di pusat badai rasaku, kamu adalah perjalanan ketabahan yang menguras kewarasan, juga ingkar logika. Satu detik yang berlalu adalah buncah getar yang gemetar; demi dan atas nama keakuan perasaan; utuh tulus untuk bersamamu.
“Lebih karena mencintaimu adalah karunia, aku menanggalkan seribu alasan mengapa memilihmu —saat ini atau nanti.”
Penantianku bertekuk pada lipatan sunyi yang mencekik. Kuisap gerah yang telantarkan galau. Masihkah tanda cintamu untukku? Semoga, nyata.
“Kapan kau tepati janjimu?”By. Moammar Emka
(Catatan ini merupakan kumpulan potongan beberapa tulisan di blog Moammar Emka yang sengaja saya disusun acak)
Sunday, March 25, 2012
Tentang Rindu (2)
Kembalilah seperti dulu, saat kamu melupakan waktu, demi sapa rindu hingga pagi menjelang #M. Kerinduan seperti bermata pisau, menusuk kegelisahan dengan telak di titik yang paling rapuh. Sialan! Meledaklah sebagai keindahan. Biarkan berhamburan di halaman kealfaanku. Kamu, rindu.
Yang paling menyesakkan, di tengah keramaian, rindu bertahta sebagai rasa yang bergaduh; menarikan luka. Sampai kapan kita bertukar rasa bisu? Sapa yang teretas, serupa daun kering di muram senja.
Sampai pertanyaan “sampai kapan” itu tak ada, aku akan terjaga; menunggumu dengan setia. Rindu itu luka, ternyata. Teruslah menjauh teruslah lukai aku dengan rindu sampai kamu bosan.
(Catatan ini merupakan kumpulan dari beberapa tweet di @moammaremka akun twitter pribadi Moammar Emka yang sengaja saya susun acak)
Saturday, March 24, 2012
Tentang Rindu (1)
Aku akan tetap di sini; menantimu hingga hilang akal, bahwa melupakanmu adalah caraku merindukanmu. Namanya juga cinta pandangan pertama. Belum tentu bertahan lama. Perjalanan, jawabannya. Namanya juga menunggu, ketabahan yang jadi jawabannya.
Aku terjebak di simpang jalan. Takut melangkah; berlawanan arah dengan jalanmu. Tahu apa aku ini tentang cinta sejati. Aku hanya tahu; mencintaimu. Dan itu yakinku. Selesai. Aku tak punya banyak janji selain mencintaimu dengan segala keterbatasanku. Kalau kurang, tolong kamu yang melengkapi.
Kepadamu, #M, kualamatkan setiap cinta yang terungkap lengkap dan setiap rindu terkuak berkerak.
By. Moammar Emka
(Catatan ini merupakan kumpulan dari beberapa tweet di @moammaremka akun twitter pribadi Moammar Emka yang sengaja saya susun acak)
Monday, March 12, 2012
You Should Date a Girl Who Reads (By. Rosemarie Urquico)

You should date a girl who reads.
Date a girl who reads. Date a girl who spends her money on books instead of clothes, who has problems with closet space because she has too many books. Date a girl who has a list of books she wants to read, who has had a library card since she was twelve.
Find a girl who reads. You’ll know that she does because she will always have an unread book in her bag. She’s the one lovingly looking over the shelves in the bookstore, the one who quietly cries out when she has found the book she wants. You see that weird chick sniffing the pages of an old book in a secondhand book shop? That’s the reader. They can never resist smelling the pages, especially when they are yellow and worn.
She’s the girl reading while waiting in that coffee shop down the street. If you take a peek at her mug, the non-dairy creamer is floating on top because she’s kind of engrossed already. Lost in a world of the author’s making. Sit down. She might give you a glare, as most girls who read do not like to be interrupted. Ask her if she likes the book.
Buy her another cup of coffee.

Let her know what you really think of Murakami. See if she got through the first chapter of Fellowship. Understand that if she says she understood James Joyce’s Ulysses she’s just saying that to sound intelligent. Ask her if she loves Alice or she would like to be Alice.
It’s easy to date a girl who reads. Give her books for her birthday, for Christmas, for anniversaries. Give her the gift of words, in poetry and in song. Give her Neruda, Pound, Sexton, Cummings. Let her know that you understand that words are love. Understand that she knows the difference between books and reality but by god, she’s going to try to make her life a little like her favorite book. It will never be your fault if she does.
She has to give it a shot somehow.
Lie to her. If she understands syntax, she will understand your need to lie. Behind words are other things: motivation, value, nuance, dialogue. It will not be the end of the world.
Fail her. Because a girl who reads knows that failure always leads up to the climax. Because girls who read understand that all things must come to end, but that you can always write a sequel. That you can begin again and again and still be the hero. That life is meant to have a villain or two.
Why be frightened of everything that you are not? Girls who read understand that people, like characters, develop. Except in the Twilight series.
If you find a girl who reads, keep her close. When you find her up at 2 AM clutching a book to her chest and weeping, make her a cup of tea and hold her. You may lose her for a couple of hours but she will always come back to you. She’ll talk as if the characters in the book are real, because for a while, they always are.
You will propose on a hot air balloon. Or during a rock concert. Or very casually next time she’s sick. Over Skype.
You will smile
so hard you will wonder why your heart hasn’t burst and bled out all over your chest yet. You will write the story of your lives, have kids with strange names and even stranger tastes. She will introduce your children to the Cat in the Hat and Aslan, maybe in the same day. You will walk the winters of your old age together and she will recite Keats under her breath while you shake the snow off your boots.Date a girl who reads because you deserve it. You deserve a girl who can give you the most colorful life imaginable. If you can only give her monotony, and stale hours and half-baked proposals, then you’re better off alone. If you want the world and the worlds beyond it, date a girl who reads.
Or better yet, date a girl who writes.
;)
Monday, February 06, 2012
7 Tips dari Oprah Winfrey
Artikel ini merupakan rangkuman tips dari Oprah Winfrey yang sangat luar biasa. Saya yakin jika anda mengikutinya, anda pun akan memiliki kehidupan yang luar biasa, kehidupan yang anda inginkan.
“Jika anda ingin hidup anda lebih bermakna, anda harus mengubah pola pikir anda.”“Bagi setiap orang yang mencapai kesuksesan, kesuksesan tersebut diraih karena ada seseorang yang menunjukkan jalannya.”
1. Pertahankan Fokus Anda di Tempat yang Tepat
“Bersyukurlah atas segala hal yang anda miliki; dan anda akan memiliki lebih banyak lagi. Jika anda berkonsentrasi pada ada yang tidak anda miliki, anda tidak akan pernah berkecukupan.”Tips ini merupakan tips sederhana yang dapat memiliki pengaruh yang lebih besar dalam hidup anda; lebih besar dari yang anda bayangkan. Anda memiliki sebuah bagian yang disebut Sistem Aktivasi Retikular (SAR) dalam pikiran anda. SAR dapat membantu anda karena ketika anda memfokuskan pikiran anda pada sesuatu, sistem ini akan mulai mencari bukti-bukti dari pemikiran anda. Dan karena anda hanya bisa memfokuskan diri pada sebagian hal saja, apa yang menjadi fokus anda menjadi sangat penting. Bahkan jika anda merubah fokus anda, hal ini akan merubah dunia anda secara radikal.
Ketika anda memfokuskan diri pada apa yang anda miliki dan mensyukurinya atau memfokuskan diri pada hal-hal yang anda inginkan, hal-hal ini akan mulai menjadi kenyataan dalam hidup anda. Hal-hal tersebut sebenarnya sudah ada si sekitar anda selama ini. Namun anda hanya bisa melihatnya jika anda merubah fokus anda. Jika anda memfokuskan diri pada apa yang tidak anda miliki, SAR anda akan membantu anda menemukan bahwa anda memang tidak memiliki hal-hal tersebut.
Dengan bersyukur dan menghargai hal-hal yang anda temui setiap hari tidak akan mengubah mood anda yang cenderung negatif menjadi positif secara instan. Namun setidaknya anda bisa memiliki lebih banyak informasi mengenai apa yang anda inginkan atau solusi atas hal-hal yang anda coba selesaikan. Satu atau dua reminder; sebagai contoh catatan kecil di lemari es anda, dapat membantu anda untuk tetap fokus pada tempat yang tepat di kehidupan sehari-hari.
2. Definisikan Ulang Arti Kata Kegagalan
“Saya tidak percaya akan kegagalan. Bukanlah kegagalan jika anda menikmati prosesnya.”“Lakukan satu hal yang menurut anda tidak bisa anda lakukan. Jika anda gagal, cobalah lakukan lagi. Lakukan lebih baik pada percobaan kedua. Orang yang tidak pernah terjatuh adalah orang yang tidak pernah mengambil risiko. Ini adalah saatnya. Ambil kesempatan ini dan lakukan!”
“Saya percaya salah satu risiko terbesar dalam kehidupan adalah tidak adanya keberanian untuk mengambil risiko.”
Salah satu penyebab yang menghambat orang-orang dalam meraih impian mereka adalah rasa takut gagal. Namun seperti yang sudah tertulis, kegagalan bisa menjadi pengalaman berharga yang akan membantu anda. Faktanya, tanpa kegagalan anda tidak akan pernah mempelajari hal-hal yang anda butuhkan untuk mencapai kesuksesan yang anda impikan. Jadi, daripada anda melihat kegagalan sebagai sesuatu yang menakutkan, definisikan ulang arti kata kegagalan dalam pikiran anda sebagai suatu proses pembelajaran. 2 tips lain yang bisa anda gunakan untuk menghadapi kegagalan adalah :
- Ciptakan mental yang ‘berlebih’. Mental ‘kekurangan’ mengatakan bahwa anda selalu memiliki kekurangan. Mental ‘berlebih’ mengatakan bahwa anda selalu memiliki kelebihan. Selalu ada tujuan yang bisa anda raih, peluang bisnis untuk ditemukan, dan tanggal-tanggal penting untuk anda isi dengan kegiatan bermanfaat. Jika tujuan anda meleset, belajarlah dari pengalaman anda. Jangan biarkan kegagalan menjatuhkan semangat anda. Gunakan tips pertama dari artikel ini dan fokuslah kembali pada hal-hal yang ingin anda capai. Fokuslah pada ‘kelebihan’ yang ada. Tips ini tidak hanya membuat anda lebih berani dalam mengambil risiko, namun juga untuk mengurangi perasaan-perasaan negatif yang ada pada diri anda. Rasa takut gagal biasanya merupakan hasil pemikiran anda sendiri karena anda selalu merasa ‘kekurangan’.
- Fokuslah pada prosesnya. Maksud dari tips ini adalah anda harus memfokuskan diri pada apa yang sedang anda kerjakan. Anda tidak memikirkan hasil yang mungkin anda peroleh jika anda tetap fokus pada apa yang sedang anda kerjakan. Anda memisahkan diri anda dari hasil yang bisa anda raih. Fokuskan pikiran anda pada pekerjaan anda. Anda tidak perlu berpikir bagaimana anda bisa gagal, mengecewakan diri anda sendiri atau mencapai kesuksesan. Anda tidak perlu memikirkan bagaimana anda mengecewakan, menghibur atau memikirkan pandangan orang lain terhadap diri anda. Fokuslah pada pekerjaan anda sehingga apa yang anda kerjakan bisa menjadi lebih menyenangkan meskipun anda akan mengalami hambatan dan kegagalan.
3. Anda Memberi Makan Rasa Takut Anda
“Apapun yang anda takuti sebenarnya tidak memiliki kuasa atas anda – rasa takutlah yang menguasai diri anda.”Rasa takut umumnya adalah perasaan yang muncul dari pikiran yang anda beri makan dengan energi yang anda miliki. Jika anda menerima rasa takut dan menghadapi rasa takut tersebut, maka anda berhenti memberi makan rasa takut anda dan rasa takut tersebut akan lenyap.
Jadi, kuncinya adalah untuk menerima rasa takut anda. Dengan menerima apa adanya rasa takut tersebut, anda akan berhenti memberi makanan pada perasaan tersebut. Salah satu cara untuk melakukan hal ini adalah dengan mengikuti emosi anda, lalu lakukan hal yang anda takuti tersebut. Dengan mengikuti emosi anda, anda melepaskan atau setidaknya melemahkan perasaan-perasaan negatif yang menahan anda untuk melakukan sesuatu. Dengan bertindak, pikiran anda akan mendapatkan bukti bahwa apa yang anda takuti sebenarnya tidak menakutkan seperti yang ada di pikiran anda.
4. Lakukan Hal yang Benar
“Inti dari integritas adalah melakukan hal yang benar, terlepas dari apakah orang lain mengetahui anda melakukannya atau tidak.”Poin ini sangatlah menarik. Namun bagaimana anda melakukannya? Bagaimana anda tetap mengerjakan hal yang benar ketika tidak ada seorang pun yang memperhatikan dan memeriksa anda? Tentunya saya tidak memiliki jawaban yang lengkap untuk pertanyaan tersebut, namun saya menemukan 2 hal berikut:
- Buatlah aturan untuk diri anda sendiri. Jika anda ingin tetap melakukan hal yang benar maka anda harus memperhatikan peraturan yang ada dan nilai-nilai yang ditetapkan oleh orang-orang disekitar anda. Anda harus memahami diri anda dan apa yang anda ingin lakukan. Jika anda mengikuti peraturan orang lain maka anda akan bertanggung jawab kepada orang yang membuat peraturan tersebut. Dan akan lebih mudah bagi anda untuk berbuat curang atau melakukan kesalahan ketika tidak ada yang memperhatikan anda. Namun jika anda membuat aturan untuk diri anda sendiri maka anda sendirilah yang bertanggung jawab. Jika anda bisa bertanggung jawab terhadap diri anda sendiri, akan lebih mudah bagi anda untuk melakukan hal yang anda rasakan benar secara konsisten.
- Jangan bergantung pada validasi eksternal. Jika anda bergantung pada validasi eksternal – pendapat dari orang-orang yang mengatakan bahwa anda melakukan pekerjaan dengan baik, dll. – maka akan sulit bagi anda untuk melakukan sesuatu sesuai dengan aturan main anda. Secara konsisten anda akan mencari tahu validasi orang lain dan beradaptasi sesuai dengan pendapat orang lain. Dan jika anda bergantung sepenuhnya pada pendapat orang lain maka anda akan lebih mudah tergoda untuk berbuat curang atau berhenti melakukan hal yang benar ketika tidak ada yang mengawasi anda; karena tidak ada yang akan memuji anda.
5. Anda Menuai Apa yang Anda Tanam
“Satu hal yang saya yakini adalah apa yang anda berikan akan kembali pada diri anda sendiri.”Nasihat ini merupakan nasihat klasik, dan saya percaya nasihat ini sangat tepat. Orang cenderung untuk beradaptasi dan memberikan respon. Mereka memperlakukan anda seperti anda memperlakukan mereka. Namun akhir-akhir ini saya mulai berpikir tentang bagaimana hal ini bekerja melalui cara lain.
Saya berpendapat bahwa apa yang anda lakukan terhadap orang lain merupakan perwujudan dari bagaimana anda memperlakukan diri anda sendiri. Jika anda menyalurkan banyak hal-hal negatif ke sekeliling anda maka anda juga memberikan hal-hal yang sama bagi diri anda sendiri. Untuk sementara, mungkin anda merasa baik-baik saja jika anda menggunjingkan atasan anda. Namun saya percaya bahwa hal-hal negatif yang anda temukan di sekeliling anda disebabkan oleh sikap semacam ini. Hal ini mungkin tidak berhubungan langsung dengan apa yang anda katakan atau lakukan. Namun nampaknya anda tidak bisa menyakiti orang lain tanpa menyakiti diri anda sendiri.
Semakin banyak hal-hal negatif yang keluar dari dalam diri anda, semakin buruk pula perasaan anda dalam kehidupan sehari-hari; semakin sering anda akan melakukan sesuatu secara berlebihan dan merasakan kesedihan yang tiba-tiba muncul begitu saja. Mungkin karena anda mengeluarkan begitu banyak hal-hal negatif maka SAR anda akan memfokuskan diri pada hal-hal negatif yang anda jumpai dalam kehidupan sehari-hari anda.
6. Lupakan Masa Lalu, Hiduplah di Masa Sekarang
“Ambil nafas, lepaskan, dan ingatkan diri anda bahwa saat ini merupakan waktu yang anda miliki dengan pasti.”Salah satu hal terbaik yang bisa anda lakukan untuk meningkatkan kualitas kehidupan dan kepribadian anda adalah dengan melupakan apa yang sudah terjadi; jangan memikirkan hal-hal negatif yang terjadi di masa lalu anda terlalu lama. Namun bagaimana anda akan melakukannya?
Saya berhasil menemukan beberapa tips yang sangat berguna. Tips berikut bekerja dengan baik dan akan bekerja dengan lebih baik seiring dengan berjalannya waktu dan saya menjadi lebih ahli dalam menerapkan tips tersebut.
Tips pertama adalah tanyakan pada diri anda sendiri: “Apa manfaatnya bagi saya?” sepanjang hari atau ketika anda merasakan pikiran-pikiran negatif bermunculan dalam pikiran anda. Apa manfaat yang saya akan peroleh ketika saya memikirkan pikiran-pikiran ini?
Saya sering menyadari bahwa memikirkan hal-hal yang negatif tidaklah bermanfaat bagi saya. Pikiran-pikiran negatif atau mengulang kembali memori negatif berulang ulang dalam pikiran anda tidak akan bermanfaat bagi anda. Ya, anda mungkin bisa mendapatkan kepuasan sendiri – seperti perasaan bahwa anda menjadi korban atau dengan membenci seseorang dan merencanakan balas dendam. Namun yang sebenarnya anda lakukan betul-betul membuang waktu dan energi anda.
Anda telah membaca tips kedua: fokuslah pada apa yang anda inginkan dan fokuslah pada kelimpahan daripada kekurangan.
Tips ketiga adalah belajar untuk menghabiskan lebih banyak waktu di masa sekarang atau pada proyek masa depan yang anda rencanakan daripada menghabiskan waktu mengingat-ingat masa lalu. Dan cara terbaik dan terpraktis untuk menerapkan tips-tips tersebut telah tertulis pada bagian awal artikel ini.
7. Segala Hal yang Terjadi Berada Dalam Kendali Anda
“Setiap dari kita bertanggung jawab atas kehidupan kita sendiri – bukan orang lain.”Ketika kita muda, orang lain bertanggung jawab atas kehidupan kita. Menurut pendapat saya, salah satu tanda kematangan adalah jika seseorang bertanggung jawab 100% atas kehidupannya sendiri. Namun, tetap masih ada perasaan dimana kita menginginkan orang lain untuk bertanggung jawab atas kehidupan kita.
Salah satu contoh yang sering terjadi dalam kehidupan nyata adalah saat orang mencari ‘obat mujarab’, daripada memegang kendali dan mengambil tanggung jawab atas kehidupan mereka sendiri, serta bekerja selangkah demi selangkah untuk mencapai tujuan. Ada kebutuhan akan buku, program, obat, atau sesuatu yang bisa kita beli untuk menghilangkan masalah yang kita hadapi. Sama seperti ketika ayah atau ibu memecahkan masalah anda.
Saya tidak berkata bahwa saya tidak pernah mencari ‘obat mujarab’ tersebut. Mungkin setiap orang harus melalui fase tersebut dalam hidupnya. Namun saya merasa bahwa ketika anda berhenti mencari hal-hal semacam itu, maka anda berada di jalan yang akan membawa anda mencapai hasil yang lebih baik daripada hasil yang anda peroleh dari ‘obat mujarab’ tersebut.
Mengapa? Anda menyadari bahwa anda harus berada di belakang kemudi dan memegang kendali. Dan ketika anda berhenti mencari ‘obat mujarab’, anda akan menjadi lebih fokus. Anda menyadari bahwa tidak ada buku yang bisa memberikan anda lebih banyak ilmu. Anda menyadari bahwa anda harus bertindak dan menciptakan kehidupan sesuai dengan keinginan anda.
Dan sekarang, buku-buku yang anda beli menjadi berguna karena anda berhenti melihat buku-buku tersebut sebagai ‘obat mujarab’ yang akan menyembuhkan anda, namun anda melihatnya sebagai panduan yang menuntun anda selama perjalanan.
Itulah tips-tips luar biasa dari Oprah, semoga bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Berikut ada satu buku referensi dari Oprah dengan judul ”The New World” (“Dunia yang Baru”) karangan Eckhart Tolle. Bagi anda yang berminat, anda bisa mencarinya di toko buku Gramedia.
Subscribe to:
Posts (Atom)








