Friday, October 14, 2011

.....yang tertinggal





Aku sudah terlalu sering
mati dalam mimpi.

Kemudian mendengar sapaan
angin dingin dari negeri yang jauh.

Di sana hanya ada teka-teki
yang lebih indah
daripada
jawaban penghibur.

Tapi ada kedamaian,
warna langit abu-abu,
dan mata mata yang syahdu.

Aku ingin kembali dalam mimpi,
walau mungkin
akan mati lagi.

00:56 am

Photography by. Lovelynda Laratiada

Monday, October 10, 2011

Apa yang Kamu Lakukan Saat Patah Hati (?)

Apa yang kamu lakukan saat patah hati?
Apakah kamu mendadak lebih menyayangi ranjang, tidur berhari-hari dan tidak ingat waktu. Atau menjadi perokok yang lebih aktif lagi, membaca novel-novel melankoli sambil sesekali menangis karena menonton film drama yang satu bulan lalu kamu tertawakan dengan terbahak-bahak karena romantikanya terlalu lebay. Sepertinya semua orang ingin tahu. Mereka menggosip, membicarakan hubunganmu yang rapuh di belakangmu. Padahal mereka teman-temanmu sendiri. Sepertinya perkataan semua orang tidak penting. Kamu tidak ingin mendengarnya. Kamu hanya ingin mendengar perkataan yang baik-baik saja.

Mungkin saja kamu membuat surat perpisahan pribadi untuknya sepanjang enam puluh halaman, yang sebagian besar isinya adalah keluh kesahmu sendiri. Dan akhirnya surat itu tidak pernah benar-benar kamu kirim ke tangan sasaran. Dan kamu sulit tidur selama berminggu-minggu. atau bahkan tidak tidur satu minggu penuh. Mungkin juga kamu akan menciptakan kata-kata galau atau puisi berjudul Duka.

Hubungan bertahun-tahun dan kamu sudah berusaha menjadi yang terbaik, membantu sebisa mungkin, dan memberikan semuanya. Terlalu banyak waktu yang hilang, yang sebenarnya bisa dipakai untuk mengembangkan diri sendiri. Tapi kamu tetap ngotot waktu itu untuk mempertahankan komitmen dengannya, padahal kamu sudah tahu kalau dia tidak konsisten?

dan, masih banyak lagi yang bisa dikeluhkan:
dan sebagainya dan sebagainya dan sebagainya.....

Sudahlah!!! ini saatnya bangkit!!!
Kamu sekarang merdeka! kamu bebas, lepas dan lebih bahagia.....
Oke, aku punya cara jitu biar ini jadi lelucon. Misalnya, pacar kamu selingkuh dengan janda. Bikin aja lagu kayak Titi Kamal:
"lay lay lay lay lay lay... panggil aku si Jablay,
abang jarang pulang aku jarang dibelai
anak kita sekarang udah besar
mulai bingung eh bapaknya nyasar
kenapa abang gak pulang-pulang... sayang
kepincut jande di Sulawesi"

Nah lucu kan lagunya... ( maksa?? biarin aja kale... suka-suka gue :P )

unyu unyu.....

Memangnya kenapa harus diingat-ingat sedihnya terus??? mau galau sampe kriting, sampe kriput dan cowok-cowok cuman nyisa yang tuwir......
Lawan Pembajak Cina!!! Abaikan si janda cina!!! ups..
Kita lebih baik karena kita mandiri dan merdeka.
Memangnya salah kalau kita tertawakan kesalahan lalu dan jadikan itu sebagai humor? hm.... untuk saat ini, bukan hal salah.
;)








Move on Lin.............................

Sunday, October 09, 2011

Duka


Aku takut perlahan-lahan mati dibunuh sepi

Dengan tikaman angin dingin yang menusuk sampai ke tulang-tulang

Aku takut memejamkan mata dan tak bangun lagi

Menghilang tanpa cerita yang tak sempat tersampaikan

Suara kipas angin dan dan celah-celah jendela seperti tak berfungsi melenyapkan kebungkaman ruangan

Tak lagi mati rasa, sekarang aku merasa kedinginan sekaligus gerah

Seperti duka, yang datang dan pergi dengan membawa pertemuan sekaligus pengakhiran

Duka tak pernah lupa membawa pertemuan, karena jiwa-jiwanya yang mengikat rasa itu

Duka juga sekaligus pengakhiran, untuk belajar pemaknaan tentang kembali ke Tuhan


...dari Tuhan, kembali ke Tuhan...


...dari Tuhan, kembali ke Tuhan...


...dari Tuhan, kembali ke Tuhan...

Saturday, October 08, 2011

hanya kata sapa saya saja

aku tidak terlalu mau sendiri
menggarap hati bersama mimpi yang terbang
saat kaki sudah berada di kepalamu
entah kenapa kepalaku tidak mau menoleh untuk melihatnya

mimpiku
hanya terbang tanpa batas
kadang tanpa suara, bersalahku
sunyi
yang meredam
ke semak belukar sesaji
di pedalaman yang jauh

kepingan-kepingan retakan hati yang hampir suci
tinggal setumpuk di kedua tanganku
yang menengadah
tapi sudah lama lusuh
"tolong, kujual ini tuan" sudah berkali kukatakan
tapi tak ada yang mau
"tolong tuan, kujual kelu ini pada Tuhan". . . . .

malam panjang, mimpi mati
seperti saat menanti terang,
mungkin sesekali nanti akan datang orang-orang
yang menolehkan kepalanya
dan tersenyum

kita sudah terlalu lama di sini
bercampur baur dengan wangi kembang yang
makin membusuk
mencoba untuk saling mengadu tentang semua
tentang nasib, tentang penantian dan rindu
dan bertanya terus
mengapa tidak matahari saja yang mengelilingi bumi

takdir
berucap: hanya kata sapa saya saja
kepadamu
dan kita mengeluh
segala hal yang menyangkut kesabaran, kesalahan

dan aku tidak terlalu mau lagi untuk sendiri
menggarap hati bersama mimpi
yang terbang.....
"tuan, kujual ini pada Tuhan".


Samarinda, 18.09.09
11:22 pm

Saturday, September 25, 2010

My Immortal (Evanescence)


I'm so tired of being here, suppressed by all my childish fears And if you have to leave, I wish that you would just leave Your presence still lingers here and it won't leave me alone These wounds won't seem to heal, this pain is just too real There's just too much that time cannot erase When you cried, I'd wipe away all of your tears When you'd scream, I'd fight away all of your fears And I held your hand through all of these years But you still have all of me You used to captivate me by your resonating light Now, I'm bound by the life you left behind Your face it haunts my once pleasant dreams Your voice it chased away all the sanity in me These wounds won't seem to heal, this pain is just too real There's just too much that time cannot erase When you cried, I'd wipe away all of your tears When you'd scream, I'd fight away all of your fears And I held your hand through all of these years But you still have all of me I've tried so hard to tell myself that you're gone But though you're still with me, I've been alone all along When you cried, I'd wipe away all of your tears When you'd scream, I'd fight away all of your fears And I held your hand through all of these years But you still have all of me, me, me

Thursday, August 19, 2010

To Be One (Gita Gutawa)

Aku hanya ingin menyanyi saja.
Sekarang, menyanyi saja.
Dalam hati.

i see rainbow in the sky
colors that bright in my world
i hear the hummingbirds
singing a beautiful song
the song of love and life term
the song of peace and hope
i don’t want disturb
i want this to be forever
eventhough we’re not the same different ways
and we walk on different path,different road in this life
can we hold each other’s hand together
in this world and be as one
it will be a better place better hope
place that gives us peace of mind
filled with love no more tears
place where you and i can love
no more cries on this life
the place for us to be one

to b e o n e

Friday, July 16, 2010

tanpa tanda baca, sampah

cemas memaksa keheningan menyeruak antara daun daun hati antara kelengangan siang terik mata surya menanamkan peluh sembari membunuh wajah subuh dengan dekapan malaikatpun bingung harus terbang kemana sementara sayapnya telah lusuh oleh banjir dengan suara suara lengkingan tangis yang keluar dari mulut dan jiwa jutaan manusia yang merasa merana mencari jalan lain memaki hidup tidak ada fikir yang benar benar dingin semenjak itu ketika jeda jeda mulai hilang oleh cepatnya pergeseran waktu tanpa ada sentuh kompromi terbakar maruk sebagian juta manusia tanpa hati membuat malaikat dan sayap lusuhnya terpaksa menyeretkan langkah memantau pekerjaan manusia lalu tiba tiba sayapnya tersangkut tali jemuran yang mengambang di air merobek lembutnya dan mematahkan ranting ranting kecil kebanggaan terundang kecewa dan sesal kenapa harus berada disana entah apa lagi yang bisa diharap pada semua ego ego yang ingin menjalar kesemak semak kehidupan sampah buah kelakuan sampah dari perangai sampah di kota itu malaikat kedinginan dan kulit kulitnya mengerut lain lagi tentang rumah sakit yang penuh dengan penderita demam berdarah akibat limbah itu juga sekian bantuan belum ada cukupnya ingin malaikat suci memopoh seorang laki laki tua renta diatas pagar kasarnya tapi terhalang oleh deras arus air bah dengan kotornya warna kecoklatan menyapu datar menghempas puing puing harta harapan yang seakan masih bersemayam dalam mimpi saat kecil sambil dinyanyikan lagu pengantar tidur lelah yang membuat buta tapi alam saja tidak lelah malah makin menjadi malaikat memandang seseorang terbawa arus air sedang diatasnya ada banyak manusia yang tidak satupun dari mereka mau menyelamatkan mungkin begitulah perasaan malaikat yang berhati bersih kaki kaku melangkah bibir kelu merintih pedasnya tatapan menghina pada penampilannya yang menurut mereka terlalu aneh dan miskin ya malaikat miskin bagaimana bisa ia membantu sedang membawa dirinya dibumi saja sudah sesuatu yang benar benar menyiksa, air..... air..... dan air.....

Monday, July 12, 2010

Huh.. (Sebuah Kekacauan tak Lazim dari Kenangan AADC Masa Lampau) Bag. 2

Kujadi maba kemudian senior mbengis
Kujadi heran kemudian terabaiku
Bosan aku dengan kampus
Dan enyah saja kau dosen !
Seperti berjelaga jika kusendiri
Pecahkan saja spionnya biar ramai !
Biar menggoda seluruh gaduh
Sepasang kekasih menyulam jejaring cinta murahan ditembok rektorat putih
Mengapa tak goyahkan saja hatinya biar mendua ?
Atau aku harus lari ke Masjid, belok ke cafe ?*

*) Send To: Jujur Prananto
CC : Rako Prijanto
:D

-aku gak nyontreng- (Sebuah kekacauan Tak Lazim dari Kenangan AADC Masa Lampau) Bag. 1

Sepi.
Sepi dan sendiri aku benci.
Aku ingin bingar aku mau dipasar.
Aku mau beli bawang aku mau ngutang terasi.
biar LEBIH CEPAT LEBIH BAIK
meLANJUTKAN
keinginan PRO RAKYAT
Kulihat tali kutang bulek tempe.
Tetesan keringat jagung tukang becak
dan kuli bangunan
yang bau basi
Tak seperti berjelaga jika kutatap
merah
kuning
Birumu
Di Tivi…..


(08-07-09)
#golputpemilupresiden2009

Wednesday, May 28, 2008

sebuah . . . . . [bag.1]

. . . . . ngantuk hanyalah kata untuk menyatakan kelelahan pada kenyataan dan kerinduan pada imaji . . . . .
Lalu akupun terlelap . . . . .
ketika membuka mata sudah berada di sebuah tempatyang teramat asing . . . . .
asing sekali . . . . .
adapun hal-hal yang kulihat disana diantaranya:
setiap orang terlihat menjadi pahlawan entah itu pura-pura atau benar-benar {1};
seuanya menggunakan topeng yang menutupi seluruh wajahnya (bahkan mata dan telingapun mereka tutupi dengan topeng) kecuali lubang hidung untuk menyedot nafas, mulut merekapun dipindah lokasikan diatas kepalanya{2};
semua mulut mengeluarkan asap yang membuat sesak nafas sesamanya sampai mati {3};
anggapan bahwa kepala orang lain adalah pegas {4};
karena semuanya menjadi pahlawan, maka mereka tidak mengerti tentang siapa yang jadi penjahatnya {5}; . . . . .
. . . . .
. . . . .
Perjalananku di tempat itu lanjut lagi . . . . .
serasa masuk kedalam ketidak-berdayaan-jiwa yang tak terhingga. Sampai matahari hanya bisa melongo. Suara hanya bisa melenguh keluh. Cahaya hanya bisa terbias.
ketidak mengertian tentang siapa yang menjadi penjahatnya . . . . .